INI ADA DI KAJEN TITIK 0 KM KABUPATEN PEKALONGAN

Nek mampir ning Kabupaten Pekalongan ojo lali mampir ning kunu, tempate apik nek bengi. Tempate ora adoh dek pusat kantor daerah kabupaten Pekalongan. .

BATIK

Kota Pekalongan

Museum Batik

Ada di Daerah Jatayu, Kota Pekalongan

Selasa, 07 Februari 2012

Pidato jogging

             Assalamu’alaikum wr. wb.
Yang saya hormati Ibu Sri Setyaningsih
Yang saya sayangi dan saya banggakan teman-temanku sekalian
        Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi taufik, hidayat, dan juga nikmat sehat kepada kita sampai saat ini, yang mungkin masih banyak orang yan pada saat ini terbaring di rumah sakit.
        Ibu Sri setyaningsih dan teman-teman yang saya hormati. Setiap hari libur pasti kita ingin mengisinya dengan kegiatan-kegiatan atau hal yang bisa membuat kita merasa senang dan melepas rasa penat tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Terutama pada pagi hari yang merupakan awal dari kehidupan sehari-hari, yang harus membuat kita semangat dalam menjalani hari. Menurut saya, pilihan yang tepat adalah Jogging. Joggging atau sering disebut lari-lari kecil merupakan olahraga yang digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang tua, orang miskin bahkan orang kaya menyukai Jogging. Jogging biasa dilakukan di pagi hari. Selain menyehatkan, jogging juga mempunyai keuntungan-keuntungan daripada   olahraga yang lain.
        Ibu guru dan teman-temanku yang saya hormati. banyak keuntungan atau manfaat yang akan kita peroleh dari olahraga jogging. Disini saya hanya akan menyampaikan 5 manfaat dari jogging, diantaranya yaitu :
Pertama : jogging merupakan olahraga yang murah meriah, karena hanya membutuhkan sepatu, kaus kaki, celana pendek dan kaos. Tanpa harus membeli peralatan yang mahal. Tempat untuk jogging juga mudah, yaitu seperti di jalan, taman, bahkan di sekitar lapangan pun bisa digunakan untuk berjogging.
Kedua    : jogging juga baik untuk kesehatan, karena membantu menguatkan tulang dan membantu mencegah osteoporosis.

Ketiga   : merupakan cara efektif untuk meningkatkan kesehatan jantung dan membakar lemak di tubuh dalam waktu singkat.
Menurut penelitian modern, jika seseorang berlari dengan kecepatan 6 mil/jam selama 1 jam, maka ia telah membakar sekitar 700 kalori.
Keempat  : sebagai penghilang stres. Hal ini karena berlari juga melepaskan endorphin, yaitu zat kimia yang diproduksi oleh tubuh untuk meringankan rasa sakit dan meningkatkan suasana hati.
Teakhir : untuk memperpanjang umur. Berdasarkan hasil studi dalam British Medical Journal, menjelaskan bahwa orang yang jogging secara teratur punya kesempatan lebih besar untuk hidup lebih lama. Ini karena organ dalam tubuhnya, terutama jantung dan paru-paru bekerja lebih, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Mendapatkan tubuh yang sehat tidak harus mengeluarkan biaya yang mahal atau alat olahraga yang mewah. Hanya dengan jogging bisa membuat tubuh sehat.
        Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan agar kita hidup sehat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Lebih kurangnya saya mohon maaf, apabila ada tutur kata yang tidak berkenan di hati teman-teman.
 Akhirulkalam
Wassalamu’alaikum wr. wb.


Senin, 23 Januari 2012

SINOPSIS Surat Kecil untuk Tuhan


surat kecil untuk tuhan.jpg
Judul               :  Surat Kecil untuk Tuhan
Penulis             :  Agnes Davonar
Penerbit           :  Inanda Publisher
Tahun terbit     :  2011
Cetakan ke      : Delapan
Tebal buku      : 228+x halaman



Gita Sesa Wanda Cantika, atau yang biasa dipanggil Keke adalah sosok remaja yang dikenal rajin, ramah, pintar, suka menolong, dan sangat berbakti kepada kedua orangtuanya. Sayang ia adalah anggota dari keluarga broken home. Meskipun ayah dan ibunya sudah cerai, keduanya tetap menjalani hubungan yang harmonis. Keke tinggal bersama ayah dan kakaknya, Chika dan Kiki. Mereka hidup dengan rukun.
Keke mempunyai suara yang bagus, tak heran jika pada waktu dia masih kecil pun ia sudah mengeluarkan album lagu anak-anak. Namun ketika dia sudah menginjak remaja, ia sudah tidak menekuni musik karena terlalu sibuk pada kegiatannya di sekolah. Ayahnya adalah salah satu anggota komite tempat ia bersekolah.
Suatu hari, kakaknya yang bernama Chika terkena penyakit mata yang menyebabkan matanya memerah dalam beberapa hari. Melihat kondisi kakaknya itu, Keke mengejek keadaan kakaknya dan mengatakan kakaknya seperti ikan emas. Padahal, dalam hatinya ia merasa takut kalau ia akan kena batunya. Karena sakit mata kakaknya itu hanya sakit mata biasa, maka dalam hitungan hari saja matanya sudah sembuh dan kembali normal.
Ternyata yang dikhawatirkan benar, beberapa hari setelah kakaknya sembuh, giliran Keke yang mendapati matanya memerah. Ia pun mendapat ejekan dari kakaknya. Ayahnya kaget dengan keadaan putrinya itu, karena Keke jarang sekali terkena penyakit. Ayahnya juga menganggap itu hanya sakit mata biasa yang akan sembuh dengan sendirinya beberapa hari kemudian, Keke juga berpikiran sama seperti ayahnya.
Ternyata perkiraan itu salah. Ketika Keke di sekolah, matanya bertambah merah dan terasa gatal, bahkan sewaktu pulang sekolah ia juga mimisan. Ia pun dibawa ke dokter untuk diperiksa. Dokter memberikan resep obat dan mengatakan jika dalam lima hari tidak ada perkembangan, sebaiknya diperiksakan ke dokter THT yang sudah ditunjuknya.
Ternyata dalam lima hari penyakit matanya bukan membaik tetapi justru semakin parah. Hidungya juga kini jadi mati rasa. Sesuai anjuran dokter, Keke pun dibawa ke dokter THT untuk diperiksa. Hasil ronsen oleh dokter THT menunjukkan bahwa Keke terserang kanker rabdomiosarkoma. Jenis kanker yang paling ganas yang menyerang jaringan lunak penderita. Keke merupakan orang pertama di Indonesia yang terserang kanker ini.Namun, ayahnya menyembunyikan hasil pemeriksaan tadi agar Keke tidak cemas dan panik. Keke terlalu kecil untuk mengetahui hal ini.
Dokter THT tadi mengatakan bahwa jalan satu-satunya adalah dengan operasi untuk mengangkat sel kanker tadi. Ayahnya sangat tidak menghendaki tindakan medis ini dilakukan pada anaknya, karena dapat mengakibatkan sebagian wajah anaknya cacat, dokter juga tidak menjamin keselamatan nyawa anaknya. Peluang berhasilnya sangat kecil.
Hari demi hari, kesehatan Keke makin memburuk . Muncul benjolan kecil sebesar biji kacang. Lama kelamaan benjola itu bertambah besar hingga sebesar bola tenis. Bahkan muncul lagi benjolan yang lebih besar, sebesar buah kelapa.
Berbagai cara dilakukan ayahnya demi kesembuhan putri tercintanya itu, asal tidak melalui operasi. Hampir semua tempat pengobatan tradisional di Jawa dan Bali yang ia tahu, sudah ia kunjungi. Namun hasilnya tetap saja nihil. Tidak ada perubahan dan tanda-tanda yang menunjukkan keadaan Keke membaik.
Keke mnyadari bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh ayahnya tentang penyakitnya itu. Ia tetap berusaha untuk tegar di hadapan ayahnya agar ayahnya tidak sedih dengan keadaannya yang sekarang ini. Ia melihat semangat yang besar pada diri ayahnya agar ia sembuh. Ia juga sering mendengar ayahnya menangis di malam hari.
Titik terang muncul ketika ayahnya dikenalkan dengan Prof. Mukhlis, seorang profesor yang sudah menangani kasus kanker selama dua puluh tahun dan merupakan profesor kanker terbaik di Indonesia. Prof. Mukhlis merasa terkejut setelah memeriksa kondisi Keke, karena kasus yang dialami Keke adalah kasus penyakit kanker yang belum pernah ia temui selama masa karirnya. Awalnya ia mengusulkan untuk diadakan operasi. Namun ayah Keke menolak, sehingga profesor itu menawarkan cara alternatif yaitu dengan kemoterapi dan radiologi.Kemoterapi dan radiologi pun dijalani Keke, walaupun sebenarnya pengobatan itu sangat menyakitkan dirinya.
Usahanya itu tak sia-sia, kesehatannya berangsur membaik dan ia dinyatakan bebas dari kanker. Ada satu hal yang tidak mengenakkan dirinya. Ia harus kehilangan seluruh rambut yang ada ditubuhya akibat efek dari pengobatan yang dilakukannya itu.
Sekarang ia sudah bisa hidup normal seperti sebelum ia terkena kanker. Sekarang ia juga telah duduk di bangku kelas sembilan dan menjalani hari-hari yang bahagia bersama teman dan sahabat-sahabatnya. Lima bulan berlangsung dengan baik hingga kanker itu menyerang tubuhnya lagi.
Kanker yang sama tumbuh lagi pada bagian pelipis mata kanan Keke. Kanker itu makin hari makin besar. Ia dibawa lagi ke Prof. Mukhlis yang dulu telah berhasil menyembuhkannya. Pengobatan dengan cara yang sama sepeti dulu pun dilakukan. Namun usaha itu tak berhasil karena kanker tersebut sudah kebal terhadap obat yang dulu pernah di pakai untuk penyembuhan.
Makin lama kanker tersebut menggerogoti semua organ tubuh Keke, hingga menyerang bagian otaknya. Dokter memutuskan untuk diadakan operasi. Operasi pertama tak memberikan dampak sama sekali pada tubuh Keke. Saat operasi kedua akan dilakukan, Keke justru telah terlebih dahulu meregang nyawanya dalam keadaan yang khusnul khotimah. Kepergiannya memberikan banyak memberikan pelajaran bagi orang-orang di sekitarnya tentang makna hidup di dunia ini.